oleh

Kades Petahana Gunakan Dana Desa Kampanye, Kapolres Ingatkan Kasus Pattiro Riolo

KLIKBONE.COM, WATAMPONE- Sejumlah calon kepala desa petahana dari 10 desa kembali bertarung di Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) serentak III kabupaten Bone, Selasa (11/6/2019) besok.

10 desa tersebut yakni Desa Tawaroe, Desa Padacengnga, Kecamatan Dua Boccoe, Desa Arallae Kecamatan Kahu, Desa Congko Kecamatan Barebbo, Desa Cumpiga Kecamatan Awangpone.

Juga Desa Lattekko Kecamatan Awangpone, Desa Mallinrung Kecamatan Libureng, Desa Ajangpulu Kecamatan Cina, Desa Pakkasalo Kecamatan Sibulue, dan Desa Latonro Kecamatan Cenrana.

Calon petahana kerap menyalahgunakan dana desa untuk kepentingan kampanyenya agar terpilih kembali di Pilkades.

Diketahui saat ini, dana desa di Bone berkisar 900 juta hingga 1, 3 Miliar per tahun.

Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam mengingatkan kepada para calon kades petahana untuk tidak menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadinya.

Ia meminta para calon kades petahana mengambil pembelajaran dari Kepala Desa Pattiro Riolo Syamsuddin Yesa yang mengorupsi dana desa Rp 540 juta pada tahun 2016 untuk biaya kampanye.

“Kami imbau agar para kepala desa yang ikut pilkades agar jadikan pengalaman kades pattiro riolo yang menggunakan dana desa untuk kepentingan pilkades akhirnya tersangkut dengan hukum,” kata Kadarislam kepada awak klikbone.com.

” Jangan sampai terulang kembali untuk para kades menggunakan dana desa untuk kepentingan kampanye dan dijebloskan ke penjara,” tambahnya.

Penyalahgunaan atau korupsi dana desa Pattiro Riolo yang mencapai Rp 540 juta pada tahun 2016 melibatkan duo Syamsuddin, Syamsuddin bin Yesa(51) dan Syamsuddin bin Rahman(57).

Syamsuddin Yesa adalah Kades aktif Pattiro Riolo. Sedangkan Syamsuddin Rahman adalah Plt Kades yang ditunjuk menggantikan Yesa saat maju kembali di Pilkades serentak Bone Desember 2016.

Angka penyalahgunaan dana desa Rp 540 juta disebut-sebut merupakan korupsi dana desa terbesar di Indonesia.(Ab).

Komentar