oleh

Waduh! Pengaspalan Jalan, Desa Tea Musu Hanya Dapat Debu

ULAWENG, Klikbone.com- Jalan poros yang menghubungkan sejumlah Kecamatan bahkan antar Kabupaten Bone-Soppeng, tepatnya di sepanjang Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hanya mendapat debu dari mobil pengangkut bahan baku pengaspalan jalan yang melintas di desa tersebut.

 

Pasalanya, pengaspalan jalan di daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka, untuk tahun 2019 dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tak juga menyentuh jalan poros yang berlokasi desa itu.

 

Sejumlah kabar beredar bahwa, tidak tersentuhnya jalan rusak di sempanjang jalan di desa Tea Musu, lantaran merupakan jalan provinsi.

 

Adapun kerusakan jalan di sepanjang desa tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 90 persen. Mirisnya, jalan poros yang sudah berkali-kali difoto, dipatok dan diukur itu, hingga saat ini tak kunjung mendapatkan perbaikan secara menyeluruh. Akibatnya, saat musim kemarau berdebu dan musim hujan jadi bak kubangan kerbau.

 

“Jalan di desa tetangga saja diperbaiki, kita di Desa Tea Musu hanya dapat debu yang bertebaran hingga ke rumah. Becek saat musim hujan. Padahal, berkali-kali difoto dan diukur. Kerusakan jalan juga disini sudah makin parah, mungkin sudah lebih 90 persen,”keluh salah satu warga Tea Musu yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan

 

Diketahui, perbaikan jalan di Bumi Arung Palakka tampak masih jadi masalah yang belum mendapat penyelesaian tuntas di sejumlah titik jalan. Betapa tidak, hingga saat ini tercatat sebanyak 45,66 persen kondisi jalan di Kabupaten Bone, masih mengalami kerusakan.

 

Angka kerusakan jalan tersebut diungkapkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kabupaten Bone, Ir Khalil MT saat dihubungi awak media.

 

“Kondisi tidak mantap jalan (rusak ringan+ rusak berat) saat ini  45,66 persen,”ungkap Ir Khalil Sihab MT menjawab wartawan, saat masih menjabat Kadis PUPR Bone.

 

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bone itu menyebutkan, dari 45,66 persen kerusakan jalan di daerah yang di pimpin Bupati A Fahsar M Padjalangi, 30 persen merupakan warisan masa lalu.

 

“30 Persen kondisi tahun 2013 sebelum periode pertama Bupati Bone (A Fahsar M Padjalangi),”katanya

 

Informasi dihimpun, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas PUPR sedang proses melakukan pengaspalan beberapa ruas jalan di Kabupaten sepanjang 18 Kilometer.

 

Pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi jalan pada tahun 2019 ini sebelum perubahan, hanya menyentuh sepanjang 18,1 Kilometer di beberapa titik jalan rusak tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah kota dan kecamatan/desa.

 

Anggarannya, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 32 miliar sepanjang 12,6 kilometer dan Dana Alokasi Umum (DAU) hanya sepanjang 5,5 kilometer dengan jumlah anggaran hanya Rp 11 miliar. Anggaran yang ada tidak sebanding dengan kerusakan jalan yang ada.*

Komentar