oleh

Ambo Dalle Lansia Pertama Divaksin, Purana Divaksin

BONE, KLIKBONE.COM- Wakil Bupati Bone Ambo Dalle menerima vaksin pertamanya pada vaksinasi tahap kedua di Gedung Lateya Riduni, Kompleks Rujab Bupati Bone, Rabu 17 Februari 2021. Ambo merupakan lansia pertama divaksi Covid-19 di daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka ini.

“Saya ini lansia pertama divaksin di Bone, Juli 2021 nanti saya sudah 62 tahun, sekarang 61 tahun lebih,” kata Ambo

“Kita tetap semua melalui screening, ditanyakan penyakit, alhamdulillah semua baik, jadi lolos,” tambahnya

Sebelumnya, Wabup dua priode itu terkendala syarat usia pada vaksinasi tahap satu sehingga baru menerima vaksin pada vaksinasi tahap kedua ini. Vaksin dilakukan mengingat adanya persyaratan dengan aturan terbaru.

Tak hanya Wabup, Bupati Bone dan sejumlah pimpinan Forkopimda Bone lainnya yang sempat juga tertunda divaksin pada vaksinasi perdana kini menerima vaksin pada vaksinasi tahap dua ini.

Diketahui, adapun sejumlah persyaratan berdasarkan aturan terbaru Kementerian Kesehatan penerima vaksin Covid-19.

1. Berusia di atas 18 tahun. Bagi orang lanjut usia (lansia), sudah bisa mendapatkan persetujuan untuk diberikan vaksin COVID-19.

2. Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg.

3. Jika pernah terkonfirmasi COVID-19 lebih dari tiga bulan, bisa diberikan vaksinasi.

4. Bagi ibu hamil vaksinasi masih harus ditunda. Jika ingin melakukan perencanaan kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapat vaksinasi kedua COVID-19.

5. Bagi ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.

6. Pada vaksinasi pertama, untuk orang-orang yang memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, maupun reaksi berat lainnya karena vaksin, vaksinasi harus diberikan di rumah sakit.

Tetapi, jika reaksi alergi tersebut didapatkan setelah vaksinasi pertama, tidak akan diberikan lagi vaksinasi kedua.

7. Para pengidap penyakit kronik, seperti PPOK, asma, penyakit jantung, penyakit gangguan ginjal, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali, vaksinasi ditunda dan tidak bisa diberikan.

– Tetapi, jika sudah berada dalam kondisi terkendali, diharapkan membawa surat keterangan layak untuk mendapat vaksinasi dari dokter yang merawat.

– Selain itu, untuk penderita TBC yang sudah menjalani pengobatan lebih dari dua minggu juga sudah bisa divaksinasi.

8. Bagi yang sedang mendapat terapi kanker, maka diwajibkan untuk membawa surat keterangan layak divaksinasi dari dokter yang merawat.

9. Bagi penderita gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi, vaksinasi harus ditunda. Vaksinasi COVID-19 bisa diberikan setelah melakukan konsultasi pada dokter yang merawat.*

Komentar