oleh

Polisi Peduli Sambangi Nenek Bata yang Butuh Uluran Tangan

KLIKBONE.com, Ulaweng- Kasi Humas Polsek Ulaweng Aiptu Dharmawangsa bersama anggota jaga SPKT 1 Brigpol Wahyuddin, mendatangi rumah nenek yang membutuhkan uluran tangan para dermawan, Selasa (12/12) pukul 09.00. Wita. Hal itu dilakukan untuk mengecek lansung keberadaan nenek sebatangkara yang dikabarkan warga net.

 

Hasil dari giat survei itu menyebutkan bahwa, nenek sebatangkara itu bernama nenek Bata pt Lawa(70) tinggal di Kecamatan Ulaweng, desa Tadangpalie, Dusun Lappadiawo, Bone. Ia berstatus janda dan di karuniai 1 orang anak laki namun suami dan anaknya itu telah meninggal. Kini, nenek renta itu tinggal sendiri di rumah milik keluarganya. Lebih memprihatinkannya, nenek Bata telah mengalami kebutaan sejak 2 tahun lalu karena usia.

 

Informasi lainnya, awalnya, nenek Bata tinggal bersama Keluarganya bernama Marsuki [pemilik rumah tersebut] , namun karena Marsuki menikah akhirnya memutuskan untuk pindah dan mengikuti istrinya, hingga tinggallah nenek Bata sendiri di rumah tidak layak huni.

 

Sebagaimana telah diwartakan KLIKBONE.com, seorang warga di Kabupaten Bone, tepatnya di Kecamatan Ulaweng, desa Tadangpalie, RW/RK II RT III, yang membutuhkan perhatian pemerintah dan atau uluran tangan para dermawan. Pasalnya, nenek yang sudah tua renta itu selain hidup sebatangkara, rumahnya pun sudah lapuk dimakan anai-anai.

 

Hal itu dikabarkan warga net dengan nama akun facebook, Husna Ahmad. Pada salah satu status madsosnya, Husna menambahkan sejumlah foto dan video berdurasi 4 menit lebih.

 

“Bagi teman teman yang memiliki waktu dan rezki , sempatkan waktu kalian untuk mengunjungi orang tua ini. Beliau tidak membutuhkan duit lagi, tapi orang ini membutuhkan sesuatu buat di makan,” tulis Husna dalam statusnya yang disertai foto dan video itu dilansir KLIKBONE.com, Senin (11/12).

 

Pantauan tim KLIKBONE.com dalam video yang diunggah Husna Ahmad itu, nampak nenek yang belum diketahui namanya dijenguk dan diajak berbicara oleh sejumlah warga. Nenek itu pun, terbata-bata memakai bahasa bugis menceritakan deritanya tinggal sebatangkara. Ia mengaku untuk memasak saja dirinya harus turun ke bawah kolong rumah, lantaran lantai rumah yang terbuat dari kayu itu sudah rapuh, terlebih dibagian dapur. Selain itu nampak, dinding rumahnya pun sudah rapuh dengan atap yang bolong tembus hujan.

KLIKBONE.com

Komentar